
Artikel ini akan membahas tuntas: apa saja oleh-oleh khas garut, beli di mana yang paling terkenal, harganya berapa, tahan berapa lama di perjalanan, dan mana yang bisa dibeli per kilo biar lebih hemat kalau mau dibagikan ke banyak orang.
Semua rekomendasi di sini sudah diverifikasi langsung dari wisatawan yang sering bolak-balik ke Garut, termasuk hasil riset dari media sosial yang sering jadi referensi paling jujur dari warga lokal sendiri.
Kategori ini paling sering dicari dan paling sering jadi "titipan wajib" dari rekan kantor atau keluarga. Pilih yang kemasan tertutup rapat dan perhatikan ketahanannya, terutama kalau kamu perjalanan jauh naik travel atau bus.

Kalau hanya boleh bawa satu oleh-oleh dari Garut, sebagian besar orang Garut akan menjawab: Dodol Picnic. Dodol Picnic sudah menjadi simbol identitas Garut yang dikenal secara nasional bahkan internasional sejak puluhan tahun lalu.
Teksturnya kenyal dan legit dengan rasa manis yang pas, tersedia dalam berbagai varian: original, durian, wijen, stroberi, cokelat, hingga varian kekinian seperti matcha dan taro untuk menyasar selera anak muda. Ukurannya pun beragam, mulai dari kemasan kecil ratusan gram hingga kotak besar yang cocok buat hampers.
Beli di mana? Toko Dodol Picnic. Pabrik dan toko resmi ada di Jl. Pasundan No.102, Kota Garut. Tersedia juga hampir di seluruh toko oleh-oleh sepanjang Jl. Sudirman dan kawasan Tarogong.
Ketahanan: 3–5 bulan dalam suhu ruangan. Tidak perlu kulkas. Sangat aman dibawa naik travel atau bus jarak jauh.
Ketersediaan grosir: Bisa dibeli per kilo dalam kemasan curah untuk kebutuhan banyak orang. Harga per kg jauh lebih murah dari kemasan jadi.
Harga: Rp15.000 – Rp75.000 (kemasan jadi) | Rp50.000 – Rp95.000/kg (curah)
Chocodot adalah inovasi lokal yang menggabungkan cokelat premium dengan dodol Garut dalam satu gigitan. Hasilnya? Kombinasi yang awalnya kedengeran aneh, tapi begitu dicoba bisa bikin ketagihan.
Yang membuat Chocodot istimewa sebagai oleh-oleh bukan hanya rasanya, tapi juga kemasannya yang cantik dan premium. Produk ini bahkan sudah pernah diekspor dan mendapat pengakuan internasional.
Beli di mana? Toko Chocodot resmi di Jalan Siliwangi Nomor 6, Garut Kota atau di gerai Jl. Raya Kubang Nomor 100, Tarogong Kaler atau di berbagai toko oleh-oleh besar di Jl. Sudirman dan kawasan Tarogong.
Ketahanan: 3–6 bulan. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauhkan dari sinar matahari langsung. Aman untuk perjalanan panjang.
Ketersediaan grosir: Tersedia dalam bentuk gift box berbagai ukuran. Makin besar ukuran box, harga per pieces-nya makin hemat.
Harga: Rp17.500 – Rp150.000 per kotak (tergantung ukuran)
Ngaburayot adalah sebutan orang Sunda untuk menggambarkan cara pembuatan kue dari adonan yang 'menggantung' saat diangkat dari minyak. Dari istilah tersebut pula nama Burayot berasal.
Kue berbahan dasar tepung beras dan gula aren ini adalah kue dengan rasa yang manis dilengkapi sentuhan gurih dari gula aren asli, teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam.
Dalam banyak rekomendasi wisatawan di media sosial, satu nama selalu disebut berulang kali seperti Burayot Mak Ijoh yang berlokasi di belakang Masjid Agung Leles serta Burayot Si Madu yang tersedia lebih luas di toko-toko oleh-oleh di pusat kota Garut.
Beli di mana? Burayot Mak Ijoh (Leles, pesan via ojol) | Burayot Si Madu (toko oleh-oleh Jl. Sudirman & kawasan Tarogong) | beberapa kios di Pasar Ceplak Garut.
Ketahanan: 3–5 hari dalam suhu ruangan, 1–2 minggu jika disimpan di tempat tertutup dan kering. Direkomendasikan dimakan dalam 3 hari untuk rasa terbaik.
Ketersediaan grosir: Bisa dibeli dalam jumlah banyak langsung dari produsen. Tanya langsung ke Mak Ijoh atau penjual untuk harga borongan.
Harga: Rp10.000 – Rp25.000
Moring adalah camilan tradisional khas Garut yang sering luput dari daftar wisatawan tapi selalu muncul dalam rekomendasi warga lokal. Berbahan dasar singkong atau tapioka yang diolah dengan teknik khusus, menghasilkan tekstur yang super renyah dengan cita rasa gurih-manis yang khas.
Moring cocok banget buat kamu yang ditugasi beli oleh-oleh anti mainstream, namun tetap autentik dan mudah dinikmati semua orang.
Beli di mana? Toko oleh-oleh di sepanjang Jl. Sudirman Garut dan kawasan Tarogong. Beberapa kios di area Pasar Ceplak.
Ketahanan: 1–2 bulan dalam kemasan tertutup. Aman untuk perjalanan jauh.
Ketersediaan grosir: Tersedia dalam kemasan kiloan di beberapa toko.
Harga: Rp10.000 – Rp35.000 per bungkus

Ilustrasi Bagelen Khoe Pek Goan (Sumber: Freepik)
Bagelen Khoe Pek Goan adalah toko kue legendaris warisan Tionghoa-Peranakan di Garut yang sudah berdiri lama. Produk utamanya adalah bagelen: roti yang dipanggang dua kali hingga kering renyah seperti biskuit, dengan aroma mentega harum yang khas. Rasanya sederhana, tapi justru itulah yang bikin orang kangen.
Toko ini sering kehabisan stok sebelum siang, terutama saat hari libur dan musim lebaran. Sebaiknya datang pagi-pagi ya!
Beli di mana? Jl. Ciledug No. 111 dan Jl. Otista No. 10, Tarogong Kaler.
Ketahanan: 2–4 minggu dalam kemasan tertutup. Sangat aman untuk perjalanan jauh.
Harga: Rp20.000 – Rp60.000 per bungkus
Wajit adalah makanan tradisional Sunda berbahan beras ketan, gula aren, dan santan yang dibungkus daun jagung kering. Rasanya manis legit dengan aroma khas. Wajit Garut dikenal berkualitas terbaik karena menggunakan gula aren murni dari perkebunan sekitar.
Beli di mana? Toko oleh-oleh di sepanjang Jl. Sudirman Garut | Pasar Ceplak Garut (harga lebih murah, bisa pilih langsung per biji).
Ketahanan: 1–2 minggu suhu ruangan. Untuk perjalanan, bungkus rapat atau masukkan dalam wadah tertutup agar tidak terkena kelembaban.
Ketersediaan grosir: Bisa dibeli per kg dengan harga yang jauh lebih hemat di Pasar Ceplak.
Harga: Rp20.000 – Rp50.000 per bungkus | Rp40.000 – Rp70.000/kg (curah di pasar)
Buat kamu yang nggak terlalu suka manis, atau mau variasi oleh-oleh yang lebih beragam, oleh-oleh gurih dari Garut nggak kalah menariknya. Plus, umumnya lebih tahan lama dan aman untuk perjalanan jauh!
Baso Aci merupakan salah satu kekayaan kuliner Garut yang sudah viral secara nasional. Berbahan dasar tepung aci (tapioka), bakso ini punya tekstur kenyal, lembut, elastis, dan menyerap kuah gurih pedas yang menjadi ciri khasnya.
Kini Baso Aci hadir dalam kemasan kering atau frozen yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Praktis, tahan lama (versi kering), dan bisa dimasak sendiri di rumah.
Menurut rekomendasi warga lokal dan wisatawan di media sosial, Baso Aci Gaul menjadi salah satu spot baso aci paling ikonik di Garut
Beli di mana? Baso Aci Gaul (depan Garut Plaza, Jl. Ciledug) | Beberapa varian kemasan juga tersedia di toko oleh-oleh di kawasan Tarogong.
Ketahanan: Versi frozen: 1–2 minggu (harus tetap dingin). Versi kering/kemasan: 1–3 bulan. Pilih versi kering kalau perjalanannya jauh. Kalau perjalanannya cukup dekat, pilih versi frozen dan langsung masuk kulkas.
Harga: Rp15.000 – Rp45.000 (makan di tempat) | Rp30.000 – Rp65.000 (kemasan oleh-oleh)
Dorokdok adalah kerupuk kulit sapi yang menjadi salah satu oleh-oleh gurih paling populer dari Garut. Karena Garut adalah sentra industri kulit terbesar di Jawa Barat, bahan baku kulitnya jauh lebih berkualitas dibanding yang dijual di luar kota.
Teksturnya super renyah dengan cita rasa gurih asin. Tersedia dalam varian original, pedas, dan bumbu balado.
Beli di mana? Toko dorokdok di sepanjang Jl. Sudirman Garut | Kawasan Sukaregang (dekat toko kulit) | Beberapa kios di area Tarogong.
Ketahanan: 2–3 bulan dalam kemasan tertutup rapat. Sangat aman untuk perjalanan jauh ke Jakarta maupun Bandung.
Ketersediaan grosir: Bisa dibeli per kg dalam kemasan curah. Harga per kg jauh lebih murah dari kemasan jadi. Cocok untuk oleh-oleh banyak orang.
Harga: Rp25.000 – Rp65.000 per bungkus | Rp60.000 – Rp100.000/kg (curah)
Kerupuk Cungur terbuat dari bagian cungur (moncong/hidung sapi) yang diolah dan dikeringkan. Kerupuk ini punya tekstur yang lebih padat dan rasa gurih yang lebih intense dibanding dorokdok biasa.
Buat kamu yang suka kulit sapi dan mau coba sesuatu yang lebih 'dalam' dari dorokdok biasa, kerupuk Cungur adalah pilihan yang tepat.
Beli di mana? Toko kerupuk di Jl. Sudirman Garut | Kawasan industri kulit Sukaregang | Pasar Ceplak Garut.
Ketahanan: 2–3 bulan dalam kemasan tertutup rapat.
Harga: Rp25.000 – Rp70.000 per bungkus
Cireng (aci goreng) adalah jajanan Sunda yang sudah dikenal luas, namun Cireng Bapake punya keistimewaan tersendiri. Cireng Bapake tersedia dalam versi mentah beku yang bisa dibawa pulang dan digoreng sendiri di rumah, sehingga kesegaran serta kerenyahannya terjamin dan tidak akan berkurang selama perjalanan.
Hadir dalam berbagai pilihan isi seperti abon, keju, dan kornet, dengan ukuran yang lebih besar dari cireng biasa.
Beli di mana? Toko Cireng Bapake dan beberapa toko oleh-oleh di kawasan Tarogong dan Jl. Sudirman.
Ketahanan: Versi frozen tahan 1–2 minggu (harus tetap beku). Versi kering tahan 1 bulan. Untuk perjalanan ke Jakarta, bungkus dengan es batu dalam cooler bag.
Harga: Rp15.000 – Rp40.000 per bungkus
Emplod adalah camilan tradisional khas Garut berbahan dasar singkong yang dikeringkan menjadi kepingan gepeng berwarna putih. Camilan ini harus digoreng terlebih dahulu sebelum dimakan untuk menghasilkan camilan renyah ringan dengan rasa singkong yang khas.
Buat kamu yang suka bawa oleh-oleh unik yang jarang ditemukan di luar Garut, Emplod adalah pilihan yang menarik karena banyak orang yang belum pernah mendengar namanya.
Beli di mana? Pasar tradisional dan beberapa toko oleh-oleh di pusat kota Garut.
Ketahanan: 3–6 bulan dalam kondisi kering dan tertutup rapat. Salah satu oleh-oleh dengan ketahanan terlama.
Harga: Rp10.000 – Rp25.000 per bungkus
Jeruk Keprok Garut adalah varietas jeruk lokal yang terkenal dengan rasa manis-asam segar dan aroma harum yang khas. Ukurannya lebih kecil dari jeruk impor, namun rasanya lebih manis dan lebih berair.
Beli di mana? Pasar Ceplak Garut (untuk mendapatkan harga terbaik, karena langsung dari petani) | Beberapa toko buah di Jl. Sudirman.
Ketahanan: 3–7 hari suhu ruangan | 1–2 minggu jika disimpan di kulkas. Khusus untuk perjalanan jauh, sebaiknya beli mendekati waktu pulang.
Ketersediaan grosir: Bisa dibeli per kg atau per peti dengan harga sangat murah di Pasar Ceplak. Cocok untuk keluarga besar.
Harga: Rp15.000 – Rp40.000/kg
Kategori ini khusus buat kamu yang ingin pulang dari Garut dengan sesuatu yang lebih "tahan lama" dari makanan. Destinasi utamanya adalah Kawasan Sukaregang.
Kawasan Sukaregang bukan sekadar "sentra kulit" biasa. Kawasan ini merupakan industri kulit terbesar di Jawa Barat yang sudah berdiri puluhan tahun dengan ratusan toko dan workshop yang menjual produk langsung dari tangan pengrajinnya.
Di sinilah kamu bisa menemukan jaket kulit berkualitas ekspor dengan harga yang jauh lebih murah daripada produk bermerek di mall kota besar. Mulai dari jaket model biker, casual, hingga formal bahkan bisa dipesan custom sesuai ukuran.
Kawasan ini sangat cocok untuk pecinta fashion kulit di mana kamu bisa langsung melihat proses pembuatan produk fashion kulit di workshop dan bisa negosiasi harga dengan lebih leluasa.
Beli di mana? Kawasan Sukaregang, Garut: sepanjang Jl. Sukaregang dan gang-gang di dalamnya. Sekitar 10–15 menit dari pusat kota Garut.
Harga Jaket: Rp300.000 – Rp1.500.000 (tergantung jenis kulit, desain, dan ketebalan)

Ilustrasi Tas Kulit (Sumber: Freepik)
Tas, dompet, ikat pinggang, dan sepatu kulit dari Sukaregang juga punya kualitas yang tidak kalah dari produk bermerek luar negeri. Harganya pun bisa 3–5x lebih murah.
Beli di mana? Kawasan Sukaregang (pilihan paling lengkap dengan harga terbaik) | Beberapa toko di kawasan Tarogong juga menjual produk kulit dengan pilihan yang lebih ringkas.
Harga: Dompet: Rp50.000 – Rp200.000 | Tas: Rp150.000 – Rp800.000 | Sepatu: Rp200.000 – Rp600.000
Batik Garutan memiliki ciri khas seperti warna-warna cerah seperti merah, kuning, dan hijau yang mencerminkan keceriaan budaya Sunda, dengan motif-motif khas seperti rereng, merak ngibing, dan lereng.
Tersedia dalam bentuk kain per meter (untuk dijahit sendiri), baju jadi (termasuk koko untuk pria dan kebaya untuk wanita), hingga syal dan selendang.
Beli di mana? Toko Batik Garutan di Jl. Ciledug dan Jl. Sudirman | Kawasan belanja oleh-oleh di Tarogong | Pasar tradisional Garut untuk harga lebih murah.
Ketahanan: Permanen: tidak ada masa kadaluarsa. Semakin sering dipakai dan dicuci dengan benar, warnanya makin hidup.
Harga: Rp50.000 – Rp500.000 (batik cap) | Rp300.000 – Rp2.000.000+ (batik tulis tangan)
Pilih makanan kemasan tertutup rapat dengan tanggal kadaluarsa yang masih panjang.
Untuk oleh-oleh yang rentan panas (dodol, wajit), hindari menyimpannya di dekat kaca atau area bersuhu tinggi dalam kendaraan.
Gunakan cooler bag dengan es batu, terutama untuk perjalanan lebih dari 3 jam untuk oleh-oleh makanan dalam bentuk frozen.
Beli mendekati waktu pulang agar tetap segar untuk produk oleh-oleh makanan. Simpan di tempat yang tidak tertindih barang berat.
Untuk produk kulit (jaket, tas): simpan dalam suhu ruangan, jauhkan dari kelembaban berlebih dan sinar matahari langsung.
Beli dalam bentuk curah/kiloan jika mau beli dalam jumlah yang banyak untuk dibagi-bagi, sehingga jauh lebih hemat dari kemasan jadi.
Udah borong oleh-oleh dari Sukaregang hingga Pasar Ceplak? Kamu bisa pulang dengan nyaman ataupun kirim oleh-oleh dengan KPM Trans tanpa harus khawatir nggak muat atau rusak di jalan!
KPM Trans melayani travel rute Garut–Bandung dan travel rute Garut–Jakarta setiap hari dengan armada Hiace yang nyaman, terawat, dan punya bagasi luas untuk menampung bawaan oleh-olehmu yang banyak.
Selain itu, KPM Trans juga melayani pengiriman paket rute Garut–Bandung dan Garut–Jakarta dengan titik drop off paket dan tujuan paket sesuai dengan alamat pool KPM Trans dengan tarif terjangkau
Pesan tiket KPM Trans di website ini atau download aplikasi KPM Trans untuk kemudahan pemesanan dan pengecekan tiket dari genggaman ponselmu!
