
Mudik selalu bikin kita semua antusias, ya? Sebelum pulang ke kampung halaman, ada baiknya kamu mengenali jalur utama yang bakal dilewati.
Salah satu jalur utama bagi para pemudik dari arah Jakarta dan Bandung menuju daerah selatan Jawa Barat adalah Jalur Nagreg. Lantas, apa itu Jalur Nagreg, bagaimana medannya dan di mana saja titik rawanya?
Berikut informasi detailnya buat kamu yang baru berencana melewati jalur Nagreg menggunakan kendaraan pribadi.
Baca Juga: Travel Garut-Jakarta: Jadwal Jelas, Rute via Tol
Jalur Nagreg adalah jalur utama non-tol yang menghubungkan Bandung dengan berbagai kota di Priangan Timur, seperti Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. Jalur ini pun sudah dikenal strategis sejak zaman Pemerintahan Hindia Belanda.
Pembangunannya sudah dimulai pada 1808. Saat itu, jalur Nagreg memiliki dua simpang lajur dengan pohon besar sebagai pemisahnya.
Simpang ini memisahkan lajur menuju Garut yang berada di sebelah kanan dan lajur menuju Tasikmalaya yang berada di sebelah kiri.
Dari awal pembangunannya sampai sebelum 1933, jalur ini punya ukuran yang sangat kecil, teksturnya pun masih berupa tanah dan pasir. Konturnya juga bergelombang.
Sehingga, dulu jalur Nagreg hanya dilewati kuda. Kini, jalur Nagreg sudah berkembang dan bisa dilewati berbagai kendaraan bermotor. Sebuah jalur legendaris yang penuh dengan sejarah.
Jalur Nagreg masih berada di wilayah Bandung, tepatnya di sisi paling timur Kabupaten Bandung atau 40 km dari Kota Bandung. Jalur ini dimulai dari wilayah Cicalengka yang menjadi pintu masuk menuju kawasan Nagreg.
Kemudian, berlanjut ke titik utama jalur Nagreg yang di dalamnya juga terdapat Lingkar Nagreg sebagai pilihan jalur baru. Setelah itu, perjalanan mulai memasuki Limbangan yang merupakan wilayah Garut.
Jalur Nagreg terkenal dengan tanjakan dan turunannya yang berkelok curam, dikelilingi tebing-tebing tinggi serta jurang yang dalam. Lebih lengkapnya, berikut karakter medan jalur Nagreg tersebut:
Cicalengka–Nagreg: Jalan sudah mulai menanjak dan menurun, dengan beberapa tikungan.
Nagreg: Tanjakan dan turunan cukup curam dan panjang. Banyak juga tikungan tajamnya.
Nagreg–Limbangan: Didominasi turunan panjang dari arah Nagreg. Jalan mulai lebih landai setelah mendekati Limbangan.
Dari sini terlihat bahwa titik rawan di jalur Nagreg berada di kawasan utama Nagreg hingga Limbangan yang memiliki tanjakan dan turunan panjang. Di kawasan ini, kita harus lebih hati-hati dan memperhatikan kondisi kendaraan lain yang berada di depan maupun di belakang kita.
Jalur Nagreg memang menjadi salah satu jalur yang sering macet di Indonesia. Apalagi, saat musim mudik atau libur nasional lainnya.
Selain karena menjadi jalur utama, kemacetan ini juga disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
Pertemuan arus pemudik dan wisatawan.
Persimpangan jalan yang dilewati angkutan umum.
Jalan menyempit di beberapa titik.
Penumpukan kendaraan menuju arah Limbangan.
Karena jalur Nagreg sering macet, Kepolisian pun sering menerapkan rekayasa lalu lintas agar perjalanan kita lebih lancar. Beberapa rekayasa lalu lintas yang biasanya diterapkan itu adalah berikut ini:
One Way
Contraflow
Pengalihan arus
Buka tutup jalur
Penerapannya tergantung dari kondisi kepadatan yang saat itu terjadi. Informasi mengenai rekayasa lalu lintas Jalur Nagreg ini bisa kamu cek berkala lewat akun resmi Polres Bandung, Polres Garut atau Polda Jawa Barat.
Ada satu jalur alternatif populer yang bisa kamu lewati, yaitu Jalur Kamojang. Biasanya, jalur ini digunakan untuk memotong waktu perjalanan dengan keberangkatan atau tujuan ke Garut Selatan.
Namun, jalur ini juga punya medan yang cukup naik-turun dan terjal. Nggak cuma itu, jalurnya juga akan tertutup kabut menjelang sore hingga malam hari.
Oleh karena itu, jalur yang satu ini sebenarnya tidak terlalu direkomendasikan untuk perjalanan mudik. Namun, itu kembali kepada pilihanmu, ya!
Baca Juga: Travel Garut-Bandung: Jadwal Terlengkap, Harga Murah
Tenang, kamu nggak perlu khawatir melewati Jalur Nagreg. Meski dikenal memiliki tanjakan dan turunan yang cukup menantang, Jalur Nagreg tetap layak dilalui.
Kamu bisa perhatikan beberapa tips berikut ini agar perjalanan lebih tenang:
Pantau informasi lalu lintas sebelum berangkat lewat Google Maps dan Instagram resmi Kepolisian.
Cek kondisi kendaraan, mulai dari rem, ban, dan mesin sebelum berangkat. Pastikan dalam keadaan prima.
Pilih waktu keberangkatan yang tepat. Disarankan berangkat lebih pagi atau malam hari saat lalu lintas cenderung lengang.
Jaga jarak aman antar kendaraan, apalagi saat melewati tanjakan dan turunan.
Tetap tenang selama berkendara.
Istirahat jika sudah merasa lelah.
Dengan tips-tips berikut ini, perjalananmu melewati Jalur Nagreg bisa lebih aman terkendali.
Kalau kamu ingin perjalanan yang lebih praktis menuju Garut, naik travel Jakarta-Garut dan Bandung-Garut dari KPM Trans jadi pilihan paling tepat!
